Ramadhan kembali hadir, membawa nuansa penuh berkah dan semangat kebersamaan bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu tradisi yang selalu dinantikan saat Ramadhan adalah berburu takjil, makanan ringan yang menjadi penanda berbuka puasa. Di era digital saat ini, tradisi berburu takjil pun menemukan panggung baru dalam fenomena viral yang dikenal sebagai “War Takjil” di TikTok. Tahun 2025, tren ini kembali heboh dan semakin menarik perhatian, tak hanya umat Muslim, tetapi juga berbagai kalangan, termasuk masyarakat non-Muslim (sering disebut “nonis”).
Netizen Indonesia Bersiap War Takjil 2025
Tahun ini, antusiasme masyarakat Indonesia untuk ikut serta dalam “War Takjil” semakin terasa. Tren ini bukan hanya soal mendapatkan takjil, tetapi juga menjadi ajang kreatif untuk menunjukkan usaha dan perjuangan berburu takjil di berbagai tempat. Bahkan, aksi berburu takjil ini sering dilakukan dengan cara-cara unik, seperti menyamar agar bisa mendapatkan takjil gratis dari pembagian komunitas atau pedagang kaki lima.Salah satu yang menarik perhatian adalah aksi koko dan cici nonis yang sengaja memakai pakaian tradisional Muslim, seperti baju koko dan hijab, untuk ikut berburu takjil.
Meski niat mereka bukan untuk berpura-pura berpuasa, melainkan sekadar ingin merasakan pengalaman berburu takjil, aksi ini menjadi sorotan. Banyak dari mereka yang mengaku ingin lebih memahami tradisi Ramadhan atau sekadar menikmati suasana meriah khas bulan suci. Beberapa video bahkan menunjukkan mereka harus mengantre dari siang hari, meski pedagang takjil baru mulai berjualan di sore hari. Tingkah lucu dan spontan ini kerap mengundang tawa sekaligus rasa kagum dari warganet.
Aksi Menyamar: Kreativitas yang Menghibur
Fenomena menyamar untuk berburu takjil menjadi salah satu daya tarik utama “War Takjil” di TikTok. Tidak hanya koko dan cici nonis, ada juga aksi kreatif lain seperti sekelompok anak muda kristen yang berpakaian seperti teteh-teteh dan aa-aa muslim agar bisa mendapatkan takjil. Ada pula seorang isteri yang mendandani suaminya yang nonis dengan memakaikan sarung, hanya demi bisa mengamankan kudapan favorit mereka sebelum habis.
Daya Tarik Pasar Ramadhan dan Menu Andalan
Tak lengkap rasanya berburu takjil tanpa mengunjungi pasar Ramadhan, yang selalu menjadi destinasi favorit para pemburu takjil. Di sinilah berbagai menu khas berbuka puasa, seperti es cendol, kolak pisang, bubur sumsum, hingga gorengan, bisa ditemukan dengan mudah. Namun, tahun ini, beberapa menu modern seperti es boba takjil dan donat mini dengan topping kolak juga menarik perhatian, menjadikan pengalaman berburu takjil semakin seru.
Toleransi di Tengah Keberagaman
Salah satu hal yang membuat “War Takjil” begitu istimewa adalah bagaimana fenomena ini berhasil melibatkan berbagai lapisan masyarakat, termasuk nonis. Tren ini memperlihatkan bagaimana Ramadhan tidak hanya dirayakan oleh umat Muslim, tetapi juga menjadi momen untuk membangun toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman.
War Takjil, Simbol Kreativitas dan Toleransi
“War Takjil” di TikTok bukan hanya tentang berburu makanan ringan untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi simbol kreativitas, toleransi, dan kebersamaan di era digital. Dari aksi menyamar hingga perjuangan mengantre panjang, fenomena ini memperlihatkan bagaimana tradisi sederhana dapat menjadi momen penuh tawa, inspirasi, dan kehangatan.