Buntut Kebakaran Air Busan, Penumpang Dilarang Simpan Power Bank di Bagasi Kabin

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar pesawat penumpang Air Busan di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, Selasa (28/1/2025). Foto: Yonhap via AFP
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar pesawat penumpang Air Busan di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, Selasa (28/1/2025). Foto: Yonhap via AFP

Maskapai penerbangan berbiaya hemat (low cost-carrier) asal Korea Selatan, Air Busan mengeluarkan kebijakan baru yang melarang penumpang menyimpan power bank di kompartemen atas bagian kabin. Hal ini dilakukan usai pesawat Airbus A321 Air Busan terbakar hebat di Bandara Internasional Gimhae pada 28 Januari 2025 lalu.

Sebanyak 176 penumpang dan 6 kru pesawat berhasil selamat, setelah berhasil menyelamatkan diri melalui seluncuran darurat, ketika pesawat mulai diselimuti asap saat ingin lepas landas menuju Hong Kong. Tak lama setelahnya, pesawat kemudian terbakar hebat.

Dilansir Paddle Your Own Kanoo, tiga penumpang mengalami luka ringan selama evakuasi, sementara empat awak pesawat harus dirawat, karena menghirup asap yang menyelimuti seluruh kabin penerbangan BX391.

Meski belum diketahui dari mana penyebab pesawat tersebut terbakar, ada dugaan bahwa power bank, baterai komputer, atau laptop di salah satu tas kabin penumpang mengalami kepanasan saat pesawat hendak lepas landas.

Peristiwa ini disebut sebagai ‘thermal runaway’ yang disebabkan oleh baterai lithium yang kepanasan. Jika sudah terbakar, salah satu cara paling efektif untuk memadamkan api jenis ini adalah dengan merendam perangkat sepenuhnya ke dalam air.

Penumpang Dilarang Simpan Power Bank di Bagasi

Buntut insiden tersebut, Air Busan melarang penumpang menyimpan power bank dan baterai apa pun di kompartemen atas, sebagai bagian dari instruksi keselamatan terbaru. Alasannya diperkirakan adalah agar penumpang dapat memberi tahu awak kabin secara cepat, apakah baterai yang mereka bawa terlalu panas sebelum menimbulkan kebakaran.Tak hanya itu, demi keselamatan penumpang, Air Busan juga berencana untuk memeriksa tas penumpang di pintu keberangkatan, dan memasang label khusus pada tas penumpang yang tidak ada baterai portabel di dalamnya.

Leave a comment

Your email address will not be published.