Sejarah Hotel Istana Bandung menyimpan cerita yang menarik untuk ditelusuri. Bangunan yang kini menjadi Hotel Istana awalnya ternyata adalah satu rumah besar.
Dikutip dari Buku Akuntansi Perhotelan, Eddi Novra dkk, (2024: 11), hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minum yang dikelola secara komersial serta memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sejarah Hotel Istana Bandung begitu panjang. Sebelum menjadi hotel, awalnya ini merupakan rumah besar yang dibeli oleh keluarga Gus van Rhijn. Rumah besar ini memiliki enam ruang besar di bangunan utama, lima ruang kecil di bagian belakang dan garasi.Lalu, rumah besar tersebut dijadikan hotel oleh Guus van Rhijn dengan nama Pension van Rhijn. Hotel Pension van Rhijn diresmikan pada tahun 1929.
Pada waktu itu, hotel ini terbilang satu hotel yang cukup ramai dipilih sebagai tempat untuk menginap. Karena ramai, Guus van Rhijn pun melakukan perluasan hotel pada tahun 1936.Perluasan hotel dilakukan dengan membeli bangunan baru yang digunakan oleh Toko Buku Bekas dan Perpustakaan M.J. Prawira Winata yang ada di seberang Pensiun van Rhijn. Hotel barunya ini dilengkapi dengan alat rumah tangga dari kero yang merupakan alat rumah tangga mewah saat itu.Nama hotel pun berubah menjadi Pension van Rhijn I dan II. Meskipun kedua hotel saling bersebrangan, tetapi keduanya dikenal sebagai hotel kembar, karena dimiliki oleh satu orang.Dalam perjalanan sejarahnya, ada cerita yang menimpa Guus van Rhijn. Istrinya, Diek van Rhijn dan adik perempuannya, Ali Harskamp, sempat mendekam di kamp internir Cihapit selama penjajahan tentara Jepang.
Setelah Indonesia mereka, pada tahun 1950, Pension van Rhijn I dan II dinasionalisasikan dan berganti nama menjadi Hotel Astoria, lalu menjadi Hotel Istana I dan II.
Pada tahun 1980-an, Hotel Istana I dibangun ulang, sayangnya tidak menyisakan sedikitpun arsitektur bangunan Pension van Rhijn I. Setelah direnovasi, Hotel Istana I menjadi berganti nama menjadi Gedung Astoria.
Sedangkan untuk Hotel Istana II masih menjaga arsitektur bangunannya seperti saat masih digunakan sebagai Toko Buku Bekas dan Perpustakaan M.J. Prawira Winata.
Lalu, pada tahun 1990-an, Hotel Istana II berganti nama menjadi Hotel Royal Palace dan Gedung Astoria pun kembali mengganti namanya menjadi Hotel Istana.