Estetika Alun-Alun Surya Kencana Gunung Gede yang Sirna Akibat Sampah

Kondisi Alun-Alun Surya Kencana yang tercemar sampah, dokumentasi pribadi

Alun-Alun Surya Kencana merupakan salah satu spot favorit yang ada di Gunung Gede, Jawa Barat. Tempat ini selalu memiliki daya tariknya tersendiri bagi siapapun yang mengunjunginya. Hamparan bunga Edelweiss di sekitar sabana yang luas menawarkan panorama estetik. Sesekali, kabut tipis menghampiri tempat ini yang membuat suasana semakin syahdu.

Buat yang mungkin belum tahu, Alun-Alun Surya Kencana adalah sabana yang membentang luas kurang lebih lima puluh hektar. Lokasinya sendiri berada di pos 5 jalur pendakian pada ketinggian 2.750mdpl.Alun-Alun Surya Kencana sering dijadikan sebagai spot favorit untuk mendirikan tenda para pendaki Gunung Gede yang naik dari jalur Putri, Cianjur ataupun Selabintana, Sukabumi.

Tempat ini merupakan pos terakhir sebelum melakukan summit menuju puncak Gunung GedeKalau pas musim hujan, biasanya terdapat aliran air yang bisa dipakai untuk mengisi ulang persediaan air. Saya sendiri tidak menyarankan untuk mengambil air untuk dipakai keperluan konsumsi. Bukan tanpa alasan, ada banyak sampah yang berserakan di sekitar sumber air Surya Kencana. Oleh karenanya, atas dasar kesehatan lebih baik jangan mengambil air dari sana.

Dikecewakan oleh pemandangan sampah

Pada tanggal 18 November 2024 lalu, saya bersama seorang kawan sebut saja Rehan mendaki Gunung Gede untuk kedua kalinya. Waktu itu, saya memang sengaja ingin mengunjungi Alun-Alun Surya Kencana atas dasar keingintahuan. Kali pertama saya mendaki Gunung Gede pada bulan September 2024 belum terpuaskan karena tidak bisa sampai ke Surya Kencana.

Maklum, jalur yang saya tempuh sebelumnya sih lewat Cibodas jadi nggak melewati tempat itu.Setelah bersusah payah berjalan selama lima jam, saya pun tiba Surya Kencana untuk pertama kalinya. Setibanya di sana, bukannya rasa takjub yang saya dapat, melainkan rasa kecewa akibat pemandangan sampah.

Alih-alih bisa menikmati suasana syahdu, saya justru kecewa dengan kondisi tempat itu yang penuh ironi. Banyak sekali sampah yang dibiarkan begitu aja. Pemandangan ini cukup mengganggu suasana hati.

Bahaya zat kimia sampah plastik bagi ekosistem

Mengutip penjelasan dari National Geographic, sampah plastik. Kandungan zat kimia yang sering digunakan untuk membuat plastik kemasan makanan atau minuman umumnya seperti Polietilen Tereftalat (PET), Polipropilena (PP), Polistirena (PS). Nah, mikroorganisme pengurai gak bisa menguraikan sampah yang mengandung zat kimia tersebut dengan mudah. Butuh waktu ratusan tahun agar sampah plastik bisa benar-benar terurai.

Aturan manajemen sampah yang kurang tegas

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango selaku pengelola kawasan belum tegas dalam mengatasi permasalahan sampah. Petugas registrasi pendakian hanya menghimbau para pendaki untuk membawa turun sampah saja. Tidak ada pengecekan ulang sampah ketika turun.

Mari mencontoh Taman Nasional Gunung Merbabu yang menerapkan pengecekan potensi sampah dari barang bawaan ketika naik maupun sesudah pendakian. Adapun sanksi bagi pelanggar adalah membayar denda sebesar Rp50.0000 per item yang tidak dibawa turun. Dengan begini, jumlah manusia-manusia yang suka buang sampah sembarangan akan berkurang.

Leave a comment

Your email address will not be published.