Menjelang bulan suci Ramadan, ada banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan. Selain beribadah dan mendekatkan diri dengan Allah SWT, kamu juga bisa wisata religi dengan mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah Islam.
1. Masjid Istiqlal

Berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut Lapangan Medan Merdeka, Istiqlal merupakan masjid terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Dibangun pada 24 Agustus 1961, Masjid Istiqlal adalah buah gagasan Menteri Agama KH. Wahid Hasyim dan Anwar Tjokroaminoto.
Berlapis marmer, Masjid Istiqlal merupakan perpaduan antara arsitektur Indonesia, Eropa, dan Timur Tengah yang dirancang oleh Frederich Silaban. Mampu menampung kurang lebih 200 ribu orang, tak heran masjid ini setiap tahunnya ramai menjadi lokasi salat Idul Fitri.
2. Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid Agung Sunda Kelapa mencerminkan perjalanan panjang pembangunannya sebagai salah satu masjid besar di Jakarta.Masjid ini bangun pada 1966 oleh swadaya masyarakat Menteng dan dukungan pemerintah daerah DKI Jakarta pada saat itu, yaitu Gubernur Ali Sadikin, dan diresmikan pada 1971.
Tak hanya itu, Masjid Agung Sunda Kelapa juga terbilang memiliki arsitektur yang unik, di mana tidak berkubah dan atapnya berbentuk perahu. Masjid ini juga memiliki desain interior dan eksterior yang indah.
3. Masjid Perahu Baiturrahman

Masjid Agung Al-Munada Darussalam Baiturrahman atau Masjid Perahu Baiturrahman terletak di Jalan Raya Casablanca, Menteng Dalam, Jakarta Selatan.Didirikan pada tahun 1960-an oleh KH Abdurrahman Masum, perahu di masjid ini digunakan sebagai tempat berwudu umat Islam sebelum melakukan ibadah salat.Menurut imam masjid, perahu ini melambangkan kisah Nabi Nuh dan sebagai pembelajaran untuk mengajak umat Islam beribadah.Masjid Perahu Baiturrahman juga memiliki beberapa keistimewaan, di mana terdapat Al-Quran raksasa berukuran 2×1 meter dengan ketebalan 30 cm. Selain itu, di bagian puncak masjid juga terdapat emas dengan berat 3 kg yang berjumlah 99, sesuai dengan Asmaul Husnah.
4. Masjid Ramlie Mustofa

Diresmikan pada 2016 lalu, Masjid Ramlie Musofa didirikan oleh seorang mualaf keturunan Tionghoa yang berasal dari Aceh bernama H. Ramli Rasidin. Warna putih yang mendominasi Masjid Ramlie Musofa merupakan lambang cinta H. Ramli Rasidin, pada Allah SWT dan Islam. Bangunannya dihias pilar berukuran besar dan tinggi, serta kaligrafi Al-Quran yang dipahat dengan memadukan tiga bahasa di dindingnya, yaitu bahasa Indonesia, Arab, dan Mandarin.
5. Jakarta Islamic Center

Jakarta Islamic Center merupakan tempat yang enggak hanya mengajak kamu untuk berwisata religi, tetapi juga wisata edukasi untuk menambah pengetahuanmu tentang sejarah Islam.Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta yang berada di Kramat Tunggak, Jakarta Utara ini merupakan karya dari Ahmad Noe-man, arsitek yang juga mendesain Masjid At-Tin di Taman Mini Indonesia Indah.
6. Masjid Cut Meutia

Berdiri di atas tanah seluas 5.000 meter persegi, Masjid Cut Meutia mampu menampung sekitar 3.000 orang jemaah. Keunikan Masjid Cut Meutia adalah bangunan arsitekturnya yang masih dipertahankan hingga sekarang. Berdiri sejak masa kolonial, bangunan masjid dihiasi dengan seni kaligrafi Islam. Sebelum menjadi masjid, bangunan ini pernah menjadi gedung pemerintahan Belanda, kantor pos Belanda, kantor jawatan kereta api Belanda, dan kantor angkatan laut Jepang.
Terakhir, masjid satu ini sangat lekat dengan sosok pahlawan Betawi, Si Pitung. Ya, masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Al-Alam.Meski erat kaitannya dengan Pitung, namun masjid ini tidak dibangun oleh Pitung atau keluarganya. Masjid ini justru menjadi saksi sejarah masa kecil Si Pitung.Dibangun pada tahun 1600-an, Masjid Si Pitung terletak di tepi Pantai Marunda, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara. Arsitektur masjid mirip-mirip Masjid Demak di Jawa Tengah, namun dengan ukuran yang lebih kecil.Atap Masjid Si Pitung berbentuk joglo, ditopang empat pilar bulat, seperti kaki bidak catur. Sejak 1975, Masjid Si Pitung dinyatakan sebagai cagar budaya.